Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Opini. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Desember 2014

Perayaan Tahun Baru Masehi Menurut Islam


Sejarah Tahun Baru Masehi dan Hukum Merayakannya

Beberapa saat lagi kita akan menyaksikan perayaan besar, perayaan yang rutin dilakukan oleh masyarakat di seluruh dunia setiap tahunnya. Perayaan itu adalah perayaan  tahun baru. Perayaan yang dibuat secara meriah dan tentu saja dengan biaya yang tidak murah.

Perayaan tahun baru masehi memiliki sejarah panjang.

Banyak di antara orang-orang yang ikut merayakan hari itu tidak mengetahui kapan pertama kali acara tersebut diadakan dan latar belakang mengapa hari itu dirayakan.



sejarah-perayaan-tahun-baru masehi

Kegiatan ini merupakan pesta warisan dari masa lalu yang dahulu dirayakan oleh orang-orang Romawi. Mereka (orang-orang Romawi) mendedikasikan hari yang istimewa ini untuk seorang dewa yang bernama Janus, The God of Gates, Doors, and Beeginnings.

Janus adalah seorang dewa yang memiliki dua wajah, satu wajah menatap ke depan dan satunya lagi menatap ke belakang, sebagai filosofi masa depan dan masa lalu, layaknya momen pergantian tahun. (G Capdeville “Les épithetes cultuels de Janus” inMélanges de l’école française de Rome (Antiquité), hal. 399-400)


Fakta ini menyimpulkan bahwa perayaan tahun baru Masehi sama sekali tidak berasal dari budaya kaum muslimin.

Pesta tahun baru masehi, pertama kali dirayakan orang kafir, yang notabene masyarakat paganis Romawi.

Acara ini terus dirayakan oleh masyarakt modern dewasa ini, walaupun mereka tidak mengetahui spirit ibadah pagan adalah latar belakang diadakannya acara ini.

Mereka menyemarakkan hari ini dengan berbagai macam permainan, menikmati indahnya langit dengan semarak cahaya kembang api, dsb.

Turut merayakan tahun baru statusnya sama dengan merayakan hari raya orang kafir. Dan ini hukumnya terlarang. Di antara alasan statement ini adalah:

Pertama, turut merayakan tahun baru sama dengan meniru kebiasaan mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kita untuk meniru kebiasaan orang jelek, termasuk orang kafir. Beliau bersabda,

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang meniru kebiasaan satu kaum maka dia termasuk bagian dari kaum tersebut.”

(Hadis shahih riwayat Abu Daud)

Abdullah bin Amr bin Ash mengatakan,

من بنى بأرض المشركين وصنع نيروزهم ومهرجاناتهم وتشبه بهم حتى يموت خسر في يوم القيامة

“Siapa yang tinggal di negeri kafir, ikut merayakan Nairuz dan Mihrajan (hari raya orang majusi), dan meniru kebiasaan mereka, sampai mati maka dia menjadi orang yang rugi pada hari kiamat.”



Kedua, mengikuti hari raya mereka termasuk bentuk loyalitas dan menampakkan rasa cinta kepada mereka. Padahal Allah melarang kita untuk menjadikan mereka sebagai kekasih dan menampakkan cinta kasih kepada mereka. Allah berfirman,

يا أيها الذين آمنوا لا تتخذوا عدوي وعدوكم أولياء تلقون إليهم بالمودة وقد كفروا بما جاءكم من الحق …

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (rahasia), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu..”

(QS. Al-Mumtahanan: 1)



Ketiga, Hari raya merupakan bagian dari agama dan doktrin keyakinan, bukan semata perkara dunia dan hiburan. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang di kota Madinah, penduduk kota tersebut merayakan dua hari raya, Nairuz dan Mihrajan. Beliau pernah bersabda di hadapan penduduk madinah,

قدمت عليكم ولكم يومان تلعبون فيهما إن الله عز و جل أبدلكم بهما خيرا منهما يوم الفطر ويوم النحر

“Saya mendatangi kalian dan kalian memiliki dua hari raya, yang kalian jadikan sebagai waktu untuk bermain. Padahal Allah telah menggantikan dua hari raya terbaik untuk kalian; idul fitri dan idul adha.” (HR. Ahmad, Abu Daud, dan Nasa’i).



Kesimpulanya, Boleh kok merayakan malam Tahun Baru Masehi, tapi,,, dirayakan dengan hal-hal positif, yang tidak bertentangan  dengan Syari'at Islam. contohmya: Shalat, baca qur'an, beri'tikaf ,dan sejenisnya. :-)

Islam melarang, bilamana dalam perayaaan Tahun Baru tidak sejalan dengan syari'at atau sama persis seperti perayaan orang-orang kafir. contohnya, pacaran, berkhalwat lawan jenis, menghambur-hamburkan harta, pergi ke tempat-tempat maksiat dan lain sebagainya.

''Undzur ma qoola walaa tandzur man qoola'' insya'allah .... :)
read more...

Minggu, 21 Desember 2014

Sekilas Tentang Bidadari Surga

 

Banyak dari kalangan wanita atau bahkan kita sendiri menanyakan tentang bidadari yang Allah persiapkan di Surga. Pertanyaanya bukan siapa dia? mahluk atau malaikatkah dia?. akan tetapi kenapa kok bidadari yang Allah tawarkan? itukan seleranya kaum mu'min laki-laki, lha untuk yang wanita apa?


     Baiklah, saudara-sadariku yang dirahmati Allah Swt, Sebenarnya pertanyaan diatas tidak perlu ditanggapi, akan tetapi sangat penting untuk kita ketahui. karena Allah swt Berfirman : didalam surat an-Nisa’ 124 


وَمَنْ يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُولَٰئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ نَقِيرًا

Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun

Artinya kaum muslimah tidak usah khawatir. Meskipun secara eksplisit Allah swt tidak pernah menyebut tentang bidadara, tetapi yakinlah Allah swt tahu dengan pasti apa selera kaum wanita. Begitu juga kaum perempuan tidak usahlah merasa iri hati sesungguhnya pahala-pahala Allah swt yang tidak disebut secara eksplisit biasanya lebih besar, insyallah. Surat An-nisa: 32 menjelaskan dengan bahasa yang halus sekali:

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kalian iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Tidak ada ketimpangan di surga nanti. Tidak ada rasa galau karena bias gender di sana. Karena semua sudah ditakar sesui amal dan selaranya masing-masing. Jika di dunia perempuan sering tidak cocok hati dengan poligami, nanti disurga tidak akan ada perasaan semacam itu. Seperti janji Allah swt di dua ayat tersebut di atas.

read more...

Wejangan Ilmu dan Harta


Suatu hari ketika sahabat yang bernama Ali bin Abu Thalib.Ra ditanya tentang ilmu dan harta, beliau menjawab.

‘’Ilmu merupakan warisan para nabi,sedangkan harta merupakan warisan Qarun, Fir’aun dan lainnya.’’

“Ilmu menjagamu, sedang harta kamulah yang menjaganya,”

“Pemilik ilmu sahabatnya banyak, pemilik harta musuhnya banyak.

“Ilmu akan bertambah jikau kamu pergunakan. Harta akan berkurang jika kamu gunakan.”:

”Pemilik ilmu akan dihormati dan dimuliakan. Pemilik harta akan ada yang menjulukinya si pelit.

“Harta perlu dijaga dari pencuri, ilmu tidak perlu menjaganya.

“Pemilik harta pada hari Kiamat akan dimintai tanggung jawab. Pemilik ilmu akan menadapat syafaat.

“Ketika dibiarkan dalam waktu yang lama harta akan rusak. Sedangkan ilmu tak akan musnah dan lenyap.

“Harta membuat hati jadi keras. Ilmu menjadi penerang hati.

“Pemilik harta akan dipanggil Tuan Besar. Pemilik ilmu akan dijuluki ilmuan.''

Kesimpulanya Ayo podo ngaji karo sekolah ben oleh ilmu...   :-)

By:Santri Pelngi
read more...

Kamis, 11 Desember 2014

MENCINTAI WALAU TAK DICINTAI

mencintai orang yang tidak mencintai kita adalah anugrah yang tidak bisa dirasakan oleh orang yang kita cintai namun tidak mencintai kita, maka bersyukurlah karna kita masih memiliki cinta.

MT HAQI AKBAR
read more...

NAFSU DAN CINTA

Nafsu birahi...,
hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat didunia ini
tapi, cinta yang tulus akan memberikan
kebahagiaan hidup yg sejati
adapun Setetes kebencian di dalam hati,
Pasti akan membuahkan penderitaan...
Tapi setetes cinta yang mereSEP di dalam sanubari
akan membuahkan kebahagiaan & kedamaian abadi
... WE LOVE YOU, BECAUSE ALLAH.SWT ...
read more...
 
© 2014-2015 Remaja Masjid Asy-Syifa' • All Rights Reserved.
| website | by S Pelangi • About Us RMA Online
back to top